
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mengerahkan 1.527 petugas untuk melakukan penyisiran bangunan usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna mendata pelaku usaha dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Ribuan Petugas Lakukan Pendataan Door-to-Door
Kepala BPS Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri mengatakan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.
"Kami mengerahkan 1.527 petugas untuk menjalankan program Sensus Ekonomi di wilayah Jakarta Selatan," kata Akhmad Fikri saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan petugas melakukan pendataan secara pintu ke pintu atau door-to-door ke seluruh bangunan usaha yang ada di Jakarta Selatan.
"Petugas SE 2026 dibekali surat tugas, name tag, peta, dan rompi khusus petugas agar responden yakin akan legalitas petugas BPS," ujarnya.
Menurut Fikri, atribut tersebut bertujuan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha agar bersedia menerima petugas dan memberikan informasi yang akurat.
Hadapi Kendala Koordinasi di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait proses perizinan dan koordinasi dengan perangkat wilayah sebelum melakukan pendataan kepada warga.
"Pendataan hari pertama belum optimal karena petugas diwajibkan untuk melapor ke kecamatan, kelurahan, RW, dan ketua RT sebelum door-to-door ke masyarakat dalam satu RT," tutur Fikri.
Meski demikian, ia menilai sosialisasi yang dilakukan sebelumnya membantu memperlancar proses pendataan karena masyarakat mulai memahami tujuan Sensus Ekonomi 2026.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mendata jumlah dan karakteristik usaha, mulai dari jenis usaha, persebaran wilayah, hingga perkembangannya dibandingkan hasil sensus sebelumnya.
Pendataan tersebut mencakup perusahaan berbadan hukum, usaha perseorangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BPS menilai koordinasi dengan pengurus RT dan RW menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pendataan di lapangan.
Data yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan gambaran kondisi ekonomi wilayah serta mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi di masa mendatang, termasuk program bantuan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan





