HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.931 per Dolar AS Dipicu Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Tetap Tinggi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.931 per Dolar AS Dipicu Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Tetap Tinggi
Foto: (Sumber : Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi (24/6) melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.931 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.859 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan bertahan sepanjang 2026.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, “Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi.”

Kekhawatiran Kebijakan The Fed Tekan Pasar

Mengutip laporan Anadolu, The Fed diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat hingga tahun depan.

Meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat mendorong kenaikan risiko di pasar keuangan global.

The Fed juga telah menaikkan proyeksi suku bunga dana federal pada akhir 2026 menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 3,4 persen.

Proyeksi suku bunga untuk 2027 turut dinaikkan menjadi 3,6 persen dari sebelumnya 3,1 persen.

Sementara itu, estimasi suku bunga jangka panjang tetap dipertahankan pada level 3,1 persen.

Status Emerging Market Jadi Penopang Rupiah

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Lukman menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertahankan status emerging market pasar ekuitas Indonesia menjadi sentimen positif.

“Dari laporan MSCI, pertimbangan utamanya adalah fundamental ekonomi yang kuat, likuiditas serta kapitalisasi pasar yang memadai, dan keberhasilan reformasi pasar modal oleh otoritas yang berhasil meyakinkan investor institusi,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan MSCI tersebut dapat memberikan dukungan terhadap stabilitas pasar keuangan domestik dan membantu menopang nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

Penulis :
Ahmad Yusuf