HOME  ⁄  Ekonomi

Batam Dinilai Berpeluang Jadi Bukti Keberhasilan Reformasi Investasi Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Batam Dinilai Berpeluang Jadi Bukti Keberhasilan Reformasi Investasi Indonesia
Foto: (Sumber : Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (19/6/2026). (ANTARA/HO-Pertamina NRE).)

Pantau - Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menilai Batam memiliki peluang besar menjadi bukti keberhasilan reformasi investasi Indonesia melalui percepatan perizinan, kepastian hukum, dan peningkatan daya saing kawasan di tengah persaingan investasi global yang semakin ketat.

Dalam telaah yang ditulisnya, Fary Francis mengungkapkan bahwa investor global saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya pasar atau kekayaan sumber daya alam suatu negara.

Menurutnya, investor lebih fokus pada kepastian regulasi, kecepatan perizinan, dan efisiensi biaya logistik.

Ia menyebut tantangan utama Indonesia bukan terletak pada minimnya minat investasi, melainkan bagaimana memastikan investasi dapat dieksekusi secara cepat, pasti, dan efisien.

Dalam dunia usaha, keterlambatan perizinan, penyediaan lahan, utilitas, maupun pengambilan keputusan dapat meningkatkan biaya investasi dan menurunkan daya saing kawasan.

Fary menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Regulasi tersebut ditujukan untuk memperkuat kepastian hukum, menyederhanakan proses perizinan, mempercepat pelayanan investasi, dan mengurangi hambatan birokrasi.

Menurutnya, reformasi yang paling penting bukan sekadar memangkas prosedur administratif, melainkan mengubah paradigma birokrasi menjadi lebih melayani dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi.

Fary menegaskan Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang berada di jalur Selat Malaka dan berhadapan langsung dengan Singapura.

Posisi tersebut menjadikan Batam berpotensi menjadi gerbang investasi, perdagangan, logistik, manufaktur, dan ekonomi digital Indonesia.

Data tahun 2025 menunjukkan realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 triliun atau melampaui target yang ditetapkan.

Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Batam juga mulai memasuki fase transformasi ekonomi dengan berkembangnya investasi pusat data, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dan ekonomi digital.

Proyek Equator Gate System Batam (EGSB) diproyeksikan bernilai hingga 5 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara investasi DayOne Data Center diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Fary menilai keberhasilan Batam tidak boleh hanya diukur dari nilai komitmen investasi atau penandatanganan nota kesepahaman.

Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika investasi mampu diwujudkan menjadi proyek nyata, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, mendorong transfer teknologi, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan