
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Indonesia.
Dody mengatakan pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
“Infrastruktur jalan merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah, sesuai arahan dari Bapak Presiden bahwa ekonomi tumbuh dari desa,” ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Dody, pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Ia menilai capaian pelaksanaan Inpres Jalan Daerah membuktikan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dody menjelaskan penanganan jalan daerah dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar ruas jalan dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara berpapasan.
Karena itu, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar tiga meter diperlebar menjadi sekitar delapan meter.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi barang dan jasa antarwilayah.
Peningkatan kualitas jalan juga dinilai dapat menekan biaya logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 mencakup penanganan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan total investasi mencapai Rp5,41 triliun.
Di Pulau Sumatera, program tersebut meliputi penanganan jalan di Aceh sepanjang 26,38 kilometer, Sumatera Utara 7,10 kilometer, Sumatera Barat 13,52 kilometer, Riau 20,31 kilometer, Jambi 38,30 kilometer, Sumatera Selatan 15,22 kilometer, Bengkulu 27,36 kilometer, Lampung 19,48 kilometer, Bangka Belitung 21,03 kilometer, serta Kepulauan Riau 13,67 kilometer.
Sementara di Pulau Jawa, penanganan jalan dilakukan di Jawa Barat sepanjang 50,99 kilometer, Jawa Tengah 132,62 kilometer, Daerah Istimewa Yogyakarta 13,07 kilometer, Jawa Timur 53,78 kilometer, dan Banten 19,20 kilometer.
Dody optimistis pembangunan jalan daerah yang merata akan semakin memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa hingga nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





