HOME  ⁄  Ekonomi

Akademisi Unud Usulkan Penguatan Tiga Sektor Pengungkit Ekonomi Bali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akademisi Unud Usulkan Penguatan Tiga Sektor Pengungkit Ekonomi Bali
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Sejumlah pekerja sedang mengisi ulang gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram di salah satu stasiun pengisian bulk elpiji di Denpasar, Rabu (24/6/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.)

Pantau - Akademisi Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ni Putu Wiwin Setyari mengusulkan penguatan tiga sektor utama yang dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Bali karena memiliki keterkaitan kuat dari hulu hingga hilir.

Usulan tersebut disampaikan Wiwin di Denpasar, Bali, Rabu (24/6), sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah dan mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

“Prioritas utama adalah penguatan sektor fondasi ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Wiwin, sektor prioritas pertama meliputi pengadaan listrik dan gas, informasi dan komunikasi, serta transportasi dan pergudangan.

Ia menilai sektor-sektor tersebut memiliki efek pengganda yang tinggi sehingga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas dan menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Bali.

Sektor Padat Karya Jadi Prioritas Kedua

Prioritas kedua yang diusulkan adalah penguatan sektor padat karya yang mencakup penyediaan akomodasi, makan dan minum, jasa, serta perdagangan besar dan eceran.

“Sektor ini memiliki kemampuan tinggi dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga aktivitas ekonomi lokal dan mendukung sektor unggulan pariwisata,” ujarnya.

Meski menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali, sektor akomodasi, makan, dan minum dinilai belum tergolong sektor kunci.

Menurut Wiwin, hal tersebut disebabkan keterkaitan hulu dan hilir sektor tersebut masih relatif lemah sehingga menunjukkan adanya kebocoran ekonomi dalam rantai pasok pariwisata.

Kondisi itu dinilai perlu diperbaiki agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha dan masyarakat lokal.

Hilirisasi Pertanian dan Industri Dinilai Perlu Dipercepat

Sektor ketiga yang diusulkan sebagai pengungkit ekonomi Bali adalah hilirisasi sektor primer dan industri yang mencakup pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri pengolahan.

Wiwin menilai hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah lokal, memperkuat rantai pasok domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I 2026 mencapai 5,58 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 5,59 persen.

Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan I 2026 adalah administrasi pemerintahan sebesar 16,67 persen, industri pengolahan 8,93 persen, dan jasa pendidikan 7,70 persen.

Sementara itu, belanja pemerintah masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali dengan kenaikan sebesar 20,28 persen, sedangkan impor tumbuh 15,14 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf