HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Ingatkan Pengguna Jalan agar Disiplin di Perlintasan Sebidang Selama Libur Sekolah demi Cegah Kecelakaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KAI Ingatkan Pengguna Jalan agar Disiplin di Perlintasan Sebidang Selama Libur Sekolah demi Cegah Kecelakaan
Foto: (Sumber : Ilustrasi - kampanye disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang selama masa libur sekolah menyusul masih tingginya angka kecelakaan, dengan 134 insiden tercatat hingga 22 Juni 2026 yang sebagian besar dipicu tindakan menerobos perlintasan.

Mayoritas Kecelakaan Dipicu Pengendara yang Menerobos

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan disiplin pengguna jalan menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.

Ia mengungkapkan, “Palang terbuka tetap perlu direspons dengan kewaspadaan, jangan langsung melaju. Palang tertutup adalah perintah untuk berhenti. Setiap pengendara wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, dengarkan sekitar, kemudian pastikan jalur benar-benar aman. Bila palang mulai menutup, sirine berbunyi, atau petugas memberi isyarat berhenti, jangan mencari celah.”

Anne menjelaskan kereta api memiliki jalur khusus dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga kendaraan yang menerobos perlintasan menghadapi risiko kecelakaan yang sangat tinggi.

Berdasarkan data KAI hingga 22 Juni 2026, sebanyak 134 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang, dengan 118 kejadian atau 88 persen disebabkan pengendara menerobos, tujuh kejadian akibat kendaraan mogok, dan enam kejadian karena palang pintu terlambat atau tidak tertutup.

Pada periode yang sama, kecelakaan tersebut mengakibatkan 48 orang meninggal dunia, 29 orang mengalami luka berat, dan 36 orang mengalami luka ringan, serta melibatkan 77 sepeda motor dan 57 mobil.

KAI Perkuat Edukasi dan Penanganan Perlintasan

KAI mencatat kecelakaan terjadi baik di perlintasan berpintu maupun tanpa pintu, yakni 62 kejadian di perlintasan berpintu dan 72 kejadian di perlintasan tanpa pintu.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, jumlah kecelakaan turun dari 138 menjadi 134 kejadian, jumlah kendaraan terdampak turun dari 144 menjadi 134 unit, dan jumlah korban berkurang dari 151 menjadi 113 orang.

Anne mengatakan, “Angka penurunan menunjukkan upaya keselamatan berjalan, namun satu nyawa saja terlalu berharga untuk dipertaruhkan karena terburu-buru. Lebih baik kehilangan satu atau dua menit di perlintasan daripada kehilangan masa depan keluarga.”

Hingga 22 Juni 2026, KAI telah merealisasikan 226 penanganan perlintasan atau 128 persen dari target 177 titik melalui penutupan dan penyempitan perlintasan bersama para pemangku kepentingan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI juga melaksanakan 1.036 kegiatan sosialisasi keselamatan, 167 kegiatan edukasi di sekolah, tempat ibadah, dan masyarakat, serta memasang 308 media imbauan keselamatan.

Anne turut mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan, bermain, berfoto, memarkir kendaraan, atau melakukan aktivitas di jalur kereta api karena area tersebut merupakan kawasan operasi yang harus tetap steril.

Ia menutup dengan mengatakan, “Kebiasaan menerobos harus kita tinggalkan. Budaya selamat dimulai dari keputusan sederhana yaitu berhenti, tengok kanan, tengok kiri, dengarkan sekitar, lalu melintas setelah aman. Liburan sekolah seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan pulang dengan selamat.”

Penulis :
Aditya Yohan