HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Targetkan Bioetanol E20 pada 2028–2029 untuk Pangkas Impor Bensin

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Targetkan Bioetanol E20 pada 2028–2029 untuk Pangkas Impor Bensin
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberi sambutan pada acara Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2026 di Jakarta, Kamis 25/6/2026 (sumber: ANTARA/Khaerul Izan)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mengupayakan penerapan kebijakan Bioetanol E20 pada periode 2028–2029 untuk memangkas impor bensin dan mengurangi beban devisa negara.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2026 di Jakarta.

Ia mengungkapkan, "Kita harus konversi untuk mengurang impor. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan kenapa bensin tidak."

Menurut Bahlil, kebutuhan bensin di Indonesia saat ini mencapai sekitar 40 juta kiloliter, sedangkan produksi dalam negeri baru sekitar 20 juta kiloliter sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 20 juta kiloliter bensin.

Ia menegaskan meskipun produksi minyak dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, impor bensin harus ditekan seminimal mungkin agar tidak menambah beban negara.

Target Penerapan E20 untuk Menekan Impor

Bahlil menilai keberhasilan penerapan B50 menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan kebijakan pencampuran bioetanol pada bensin melalui skema E20.

Ia mengatakan, "Dari 20 juta kilo liter bensin dan nanti kita terapkan E20, berarti tinggal 16 juta. Tinggal kita dorong bagaimana bisa meningkatkan lifting untuk menghasilkan bensin."

Menurut Bahlil, penerapan bioetanol telah dilakukan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Brasil untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak.

Ia mengungkapkan, "Amerika, Brasil dan beberapa negara lain sudah menerapkan. Tujuannya apa? Agar kita bisa mengurangi impor supaya devisa kita itu tidak keluar."

Pemerintah Siapkan Strategi Tingkatkan Lifting Minyak

Selain mendorong penerapan Bioetanol E20, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan produksi minyak mentah atau lifting dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Bahlil mengatakan, "Ada tiga pendekatan yang akan kita lakukan untuk meningkatkan lifting minyak."

Kementerian ESDM akan meningkatkan lifting minyak melalui penerapan teknologi, menghidupkan kembali Plan of Development (PoD) yang sebelumnya mangkrak, serta kembali melakukan kegiatan eksplorasi minyak untuk menambah cadangan minyak mentah nasional.

Ia mengungkapkan, “Mau tidak mau kita melakukan eksplorasi. Kita punya sekitar 120 potensi sumur yang sekarang sudah melakukan tender eksplorasi.”

Penulis :
Arian Mesa