
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Jumat seiring pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global, terutama sikap bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).
IHSG Dibuka Menguat, Namun Masih Rentan Koreksi
IHSG dibuka menguat 11,30 poin atau 0,19 persen ke level 6.010,34.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 0,71 poin atau 0,12 persen ke posisi 587,04.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengungkapkan, “IHSG berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji kembali resistance terdekat di 5.993-6.052 dan berpeluang menuju area 6.117-6.226. Namun, masih rentan koreksi apabila gagal menembus resistance, dengan risiko penurunan menuju level 5.720, serta support lanjutan di 5.784 dan 5.677.”
Menurut Liza, pelaku pasar global masih menunggu arah kebijakan moneter The Fed setelah bank sentral Amerika Serikat mengadopsi sikap yang lebih hawkish.
Ia mengatakan, “Namun, jika inflasi inti tetap bertahan di level saat ini hingga September 2026, peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat.”
Sentimen Global dan Domestik Jadi Perhatian Pasar
Selain kebijakan suku bunga, pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik setelah adanya laporan serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz yang menurut dua pejabat senior Amerika Serikat dilakukan oleh Garda Revolusi Iran.
Liza mengungkapkan, “Insiden itu berpotensi mengganggu stabilitas jalur pelayaran energi global, dan menjadi kemunduran bagi proses perdamaian sementara antara AS dan Iran yang sebelumnya telah membantu menurunkan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.”
Dari dalam negeri, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan fiskal melalui efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank Himbara dan Bank Indonesia.
Pasar juga mencermati data inflasi Amerika Serikat, perkembangan sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pergerakan bursa saham global yang menjadi sentimen bagi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





