
Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Indonesia tengah bergerak menuju pembiayaan konservasi berbasis alam (nature finance) yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, investasi inovatif, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah Dorong Paradigma Baru Pembiayaan Konservasi
Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah sedang membangun pendekatan baru dalam pengelolaan konservasi yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pembiayaan publik.
Ia mengungkapkan, “Indonesia tidak hanya sedang menyusun strategi pembiayaan. Kami sedang membangun paradigma baru tata kelola konservasi, di mana taman nasional memiliki kemandirian finansial, masyarakat menjadi mitra utama, sektor swasta memiliki peran yang bermakna, dan negara menyediakan kerangka regulasi yang kuat untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan secara akuntabel dan berkelanjutan.”
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Pengelolaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.
Satuan tugas tersebut menargetkan sedikitnya 13 taman nasional dan dua lanskap konservasi spesies ikonik mencapai kemandirian pembiayaan pada 2030.
Pemerintah menerapkan strategi melalui reformasi regulasi, penguatan kelembagaan, serta mobilisasi investasi dengan mengembangkan instrumen keuangan inovatif dan kemitraan strategis.
Kembangkan Instrumen Investasi dan Proyek Percontohan
Pemerintah juga memperkenalkan konsep Natural Ecosystems as a New Asset Class yang memandang ekosistem alam sebagai aset strategis yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga fungsi ekologis.
Instrumen yang tengah dikembangkan meliputi kredit karbon, kredit biodiversitas, obligasi konservasi spesies (species bonds), ekowisata, bioprospeksi, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, hingga skema kemitraan pemerintah dan swasta.
Sebagai proyek percontohan, pemerintah memperkenalkan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh untuk mengintegrasikan perlindungan satwa liar, konektivitas habitat, dan pengembangan ekonomi masyarakat dalam satu lanskap konservasi.
Raja Juli Antoni mengundang komunitas investasi global, mitra pembangunan, lembaga filantropi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi pembiayaan konservasi di Indonesia.
Ia mengatakan, “Kami menyambut kemitraan dalam bentuk dukungan keahlian, transfer teknologi, dukungan implementasi program, maupun pembiayaan inovatif yang disepakati bersama. Kolaborasi global akan mempercepat upaya kita dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.”
- Penulis :
- Aditya Yohan





