HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 1,72 Persen ke Level 5.896,13 Tertekan Koreksi Bursa Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 1,72 Persen ke Level 5.896,13 Tertekan Koreksi Bursa Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Jumat sore ditutup melemah 102,91 poin atau 1,72 persen ke posisi 5.896,13 seiring pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global, sementara Indeks LQ45 turun 4,03 poin atau 0,69 persen ke posisi 583,72.

IHSG Tertekan Sentimen Global

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, "IHSG ditutup melemah terimbas koreksi indeks bursa global."

Ratna menjelaskan sentimen negatif berasal dari pelemahan bursa saham kawasan Asia dan Eropa yang dipicu tekanan jual pada saham sektor teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Tekanan pada saham sektor teknologi ini memicu koreksi pada harga komoditas logam, yang mendorong koreksi saham terkait," ujar Ratna.

Pada awal perdagangan IHSG sempat dibuka menguat sebelum bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.

Investor Menanti Data Ekonomi Pekan Depan

Ratna mengatakan investor pada pekan depan akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang meliputi indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.

"Sehingga, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700-5800 pada pekan depan," ujar Ratna.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,49 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer yang naik 0,47 persen serta sektor transportasi dan logistik yang menguat 0,29 persen.

Sementara itu, enam sektor melemah dengan sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,96 persen, disusul sektor keuangan yang turun 1,32 persen dan sektor kesehatan yang terkoreksi 1,07 persen.

Saham dengan penguatan terbesar pada perdagangan kali ini antara lain BBRM, TRUS, ARTA, BHAT, dan RICY.

Adapun saham dengan pelemahan terbesar yaitu FUJI, CLPI, YUPI, GPSO, dan UVCR.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.520.000 kali transaksi dengan volume 19,11 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,72 triliun.

Sebanyak 130 saham menguat, 590 saham melemah, dan 239 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei turun 4,09 persen ke posisi 71.126,00, Hang Seng melemah 1,76 persen ke posisi 22.671,86, Shanghai turun 2,26 persen ke posisi 4.027,26, dan Strait Times melemah 0,52 persen ke posisi 5.191,73.

Penulis :
Leon Weldrick