
Pantau - Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Benjamin Gunawan menilai transformasi bisnis dan struktur organisasi Pertamina perlu terus dilanjutkan dengan mengedepankan efisiensi serta transparansi guna memperkuat tata kelola dan menjaga ketahanan energi nasional.
Transformasi Dinilai Perlu Dukungan Pemangku Kepentingan
Benjamin mengatakan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan dukungan lebih besar agar tata kelola Pertamina terus disempurnakan.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan dukungan lebih besar agar tata kelola Pertamina terus disempurnakan. Transformasi bisnis maupun struktur organisasi perlu dilanjutkan dengan fokus pada efisiensi dan transparansi," ujarnya.
Menurut Benjamin, keberadaan Pertamina memiliki hubungan erat dengan berbagai indikator fundamental ekonomi nasional karena ketahanan pasokan energi berkontribusi terhadap stabilitas harga barang dan jasa serta mendukung aktivitas industri dan konsumsi rumah tangga.
Ia menambahkan pembangunan kilang dan upaya mengurangi ketergantungan impor energi tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Pertamina, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan.
Benjamin menegaskan, "Yang paling penting, prioritas utama tetap menjaga ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia," ungkapnya.
Efisiensi BUMN Terus Didorong
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pemerintah mempercepat perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga sekitar 300 perusahaan, dengan memastikan seluruh karyawan perusahaan yang ditutup tetap dipertahankan.
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria menyebut penggabungan sejumlah subholding di lingkungan Pertamina telah menghasilkan efisiensi sekitar 600 hingga 700 juta dolar AS.
Langkah transformasi serupa akan diterapkan pada kelompok usaha BUMN lainnya untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih ramping, sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





