HOME  ⁄  Ekonomi

Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Pengelolaan Ekonomi Ibarat Tim Sepak Bola yang Butuh Koordinasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Pengelolaan Ekonomi Ibarat Tim Sepak Bola yang Butuh Koordinasi
Foto: (Sumber :Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (kiri) dan Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu (kanan) saat konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi..)

Pantau - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pengelolaan ekonomi nasional diibaratkan seperti tim sepak bola karena membutuhkan koordinasi antarlembaga dalam menyusun kebijakan yang saling mendukung untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Koordinasi Antarlembaga Dinilai Jadi Kunci

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat koordinasi bersama DPR RI, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Senin (29/6).

Prasetyo mengatakan rapat tersebut mempertemukan berbagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sektor ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan, "Karena ini kebetulan juga sedang berlangsung Piala Dunia, ibarat tim sepak bola, mengurusi ekonomi juga bagaikan tim sepak bola," katanya.

Menurutnya, kebijakan ekonomi, mulai dari sektor makro, fiskal, hingga sektor riil, harus dijalankan secara terkoordinasi agar mampu menjawab berbagai tantangan, termasuk persoalan harga gas.

Prasetyo mengatakan, "Kita berharap koordinasi ini dapat terus kita tingkatkan untuk memastikan seluruh perekonomian dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," ujarnya.

Pemerintah Siapkan Langkah Jaga Stabilitas Ekonomi

Dalam rapat koordinasi tersebut, DEN menyampaikan kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian meski fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap cukup baik.

Salah satu perhatian yang dibahas adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang direspons Bank Indonesia melalui sejumlah kebijakan jangka pendek untuk menjaga stabilitas kurs.

Selain itu, Kementerian Keuangan melanjutkan penyaluran dana pemerintah melalui perbankan senilai Rp281 triliun guna menjaga likuiditas dan penyaluran kredit.

Kementerian Keuangan juga menyiapkan tambahan dana sebesar Rp100 triliun untuk memperkuat sektor perbankan dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional.

Penulis :
Aditya Yohan