
Pantau - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi langkah strategis untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh sehingga menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pengambilan keputusan dunia usaha, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sensus Ekonomi Jadi Dasar Kebijakan Berbasis Data
Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan untuk mendata seluruh kegiatan usaha di luar sektor pertanian guna memperoleh gambaran mengenai struktur ekonomi, karakteristik dunia usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga arah transformasi ekonomi nasional.
Data tersebut diharapkan menjadi landasan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
Pelaksanaan sensus juga berlangsung pada momentum ketika pemerintah tengah mendorong hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, peningkatan investasi, transisi menuju ekonomi hijau, serta persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Potret Dinamika Ekonomi Nasional
Dalam telaah tersebut disebutkan bahwa ekonomi Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan sekitar lima persen meskipun menghadapi pandemi COVID-19, ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan perlambatan ekonomi dunia.
Namun, pertumbuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan dinamika ekonomi yang berkembang di lapangan, seperti munculnya jutaan usaha digital, berkembangnya ekonomi kreatif, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Telaah itu juga menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat bahwa pendataan ekonomi berkaitan langsung dengan perpajakan atau penyaluran bantuan pemerintah, sehingga diperlukan pemahaman bahwa data sensus digunakan sebagai dasar penyusunan statistik resmi untuk mendukung pembangunan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





