HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Diperkirakan Melemah Terbatas di Tengah Antisipasi Data Ekonomi Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Diperkirakan Melemah Terbatas di Tengah Antisipasi Data Ekonomi Amerika Serikat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/pri..)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan melemah pada perdagangan Senin (29/6) di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat, terutama data Non-Farm Payroll (NFP).

Sentimen Global Tekan Pergerakan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Ia mengatakan, "Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran yang sempit di Rp17.900 - Rp17.950 dipengaruhi oleh faktor global antisipasi rilis data ekonomi AS, terutama data NFP (Non-Farm Payroll)."

Rully menjelaskan data NFP diperkirakan berada di angka 114 ribu, turun dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mencapai 172 ribu.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral dunia yang diperkirakan akan tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama berdasarkan pembahasan dalam forum European Central Bank (ECB).

Pasar Tunggu Data Domestik

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menantikan rilis data neraca perdagangan dan inflasi Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (1/7).

Rully mengungkapkan, "NFP data AS diperkirakan 114 ribu menurun dari 172 ribu, neraca perdagangan Indonesia masih surplus dengan pencapaian diperkirakan 1,18 miliar dolar AS."

Meski proyeksi harian menunjukkan potensi pelemahan, pada pembukaan perdagangan Senin pagi rupiah justru menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf