
Pantau - Hasil tangkapan nelayan di Teluk Ambon terus menembus pasar internasional seiring meningkatnya nilai ekspor perikanan Maluku yang mencapai 16,54 juta dolar AS sepanjang Januari hingga April 2026 atau naik 37,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ikan hasil tangkapan nelayan diproses di unit pengolahan, diperiksa mutunya, memperoleh sertifikat kesehatan, lalu dikemas dalam kontainer berpendingin sebelum dikirim ke berbagai negara seperti China, Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Ekspor Ditopang Komoditas Perikanan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku menunjukkan peningkatan ekspor tersebut sepenuhnya ditopang oleh komoditas nonmigas, terutama ikan dan udang.
China menjadi tujuan utama ekspor Maluku dengan nilai mencapai 15,33 juta dolar AS atau sekitar 92,69 persen dari total ekspor daerah.
Sebagian produk perikanan lainnya dikirim melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Tual menuju Hong Kong.
Komoditas unggulan seperti tuna sirip kuning, cakalang, tongkol, dan berbagai jenis ikan pelagis menjadi penopang utama ekspor sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir Maluku.
Mutu Produk Jadi Kunci Tembus Pasar Global
Setiap produk perikanan yang akan diekspor harus melalui pemeriksaan mutu, keamanan pangan, serta persyaratan karantina sesuai standar negara tujuan.
Rantai ekspor melibatkan kolaborasi antara nelayan, pelaku usaha pengolahan ikan, pemerintah, dan petugas karantina untuk memastikan produk memenuhi standar internasional.
Selama mutu terus dijaga, standar internasional dipenuhi, dan kolaborasi antarlembaga semakin diperkuat, hasil laut Maluku akan terus mendapat tempat di pasar dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





