HOME  ⁄  Ekonomi

Program Transmigrasi Melahirkan 1.567 Desa dan Tiga Provinsi Baru, Wamentrans Lepas Ekspor Rajungan Rp15 Miliar ke AS

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program Transmigrasi Melahirkan 1.567 Desa dan Tiga Provinsi Baru, Wamentrans Lepas Ekspor Rajungan Rp15 Miliar ke AS
Foto: Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberi keterangan kepada awak media usai melepas ekspor rajungan sebanyak 16 ton produk transmigran di sejumlah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) di Gresik, Jawa Timur, Senin 29/6/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga provinsi baru di Indonesia, sekaligus menegaskan peran transmigrasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi, saat pelepasan ekspor 16 ton rajungan senilai Rp15 miliar ke Amerika Serikat di Gresik, Jawa Timur, Senin.

Transmigrasi Dinilai Mendorong Lahirnya Daerah Baru

Viva Yoga mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan program transmigrasi sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto.

"Program transmigrasi dari Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo saat ini telah menghasilkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi," ungkapnya.

Ia menyebut tiga provinsi yang berkembang dari kawasan transmigrasi, yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa transmigrasi tidak lagi sekadar menjadi program perpindahan penduduk, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata di berbagai wilayah Indonesia.

Viva Yoga juga menyampaikan kondisi kawasan transmigrasi saat ini telah berubah signifikan berkat pembangunan infrastruktur, peningkatan jaringan komunikasi, ketersediaan listrik, serta berkembangnya berbagai layanan publik.

"Dan sekarang kalau mengunjungi wilayah-wilayah transmigrasi jangan membayangkan seperti masa yang lalu. Tidak ada listrik, tidak ada HP, tidak ada frekuensi, tidak ada TV," ujarnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Kubu Raya yang sebelumnya merupakan kawasan transmigrasi dan kini berkembang menjadi ibu kota kabupaten dengan aktivitas ekonomi, pemerintahan, serta pelayanan masyarakat yang terus meningkat.

Viva Yoga juga menyoroti perkembangan sejumlah kawasan transmigrasi di Provinsi Bengkulu, seperti Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Mukomuko, yang dinilai berhasil berkembang melalui program tersebut.

Paradigma Baru Fokus pada Kesejahteraan dan Produk Unggulan

Viva Yoga menjelaskan paradigma transmigrasi telah berubah sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 yang lebih menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dibandingkan sekadar perpindahan penduduk antardaerah.

Kementerian Transmigrasi, katanya, kini bertanggung jawab meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran maupun masyarakat lokal yang berada di kawasan transmigrasi melalui berbagai program pembangunan terpadu.

"Sekarang ini lebih diorientasikan pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi, baik itu yang ada di satuan permukiman maupun yang ada di luar satuan permukiman, tetapi berada di dalam kawasan transmigrasi, masyarakat lokal," ungkapnya.

Pemerintah juga akan melakukan revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi dengan menyesuaikan pengembangan wilayah berdasarkan produk unggulan masing-masing daerah agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Karena masing-masing kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda-beda, maka untuk perencanaan program itu juga secara spesifik bisa melahirkan sebuah produk yang berbeda," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga melepas ekspor 16 ton rajungan senilai Rp15 miliar ke Amerika Serikat yang berasal dari kawasan transmigrasi di Sorong, Papua, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, serta wilayah Pantura Gresik dan Lamongan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan perusahaan eksportir swasta PT Aruna.

Penulis :
Shila Glorya