HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Menyiapkan 200 Ribu Ton Beras untuk Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Menyiapkan 200 Ribu Ton Beras untuk Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan ketika ditemui di Gudang Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Senin 29/6/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Perum Bulog menyiapkan sekitar 200 ribu ton beras premium pecahan 5 persen untuk memenuhi potensi ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab, seiring rencana perluasan pasar beras Indonesia ke sejumlah negara.

Bulog Siapkan Stok untuk Kebutuhan Ekspor

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras tersebut telah disiapkan agar dapat segera dikirim apabila terdapat permintaan dari negara tujuan.

Ia mengungkapkan, "Beras premium pecahan 5 persen kami sekarang stok ada sekitar 200 ribu standby. Kalau sewaktu-waktu diminta cepat, kami bisa kirimkan."

Rencana ekspor tersebut mencakup 200 ribu ton beras ke Malaysia, 10 ribu ton ke Singapura, serta 50 ribu ton per bulan ke Uni Emirat Arab.

Bulog juga telah menyiapkan 10 ribu ton beras yang akan diekspor ke Singapura.

Pengiriman beras ke Singapura akan diproses bersamaan dengan pelaksanaan pesanan ekspor beras ke Malaysia.

Rizal mengatakan, "Yang 10 ribu ton tersebut, kami sudah siapkan bersamaan dengan nanti proses yang sama untuk pesanan dari Malaysia."

Selain ketiga negara tersebut, Bulog juga melihat potensi ekspor beras ke Timor Leste dan Papua Nugini.

Rizal mengatakan, "Ditambah lagi ke depan adanya potensi (ekspor beras) ke negara-negara tetangga kita, Timor Leste maupun PNG (Papua Nugini). Jadi, mohon doa restunya agar Bulog bisa menjual produk-produknya, beras-beras Indonesia ke dunia internasional dan pasar-pasar internasional."

Pemerintah Bahas Peluang Ekspor ke Singapura

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membahas peluang ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin.

Menurut Amran, peluang ekspor tersebut didukung oleh produksi beras nasional yang tinggi serta cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 5,1 juta ton.

Kapasitas gudang pemerintah saat ini sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok beras masih harus disimpan di gudang sewa.

Amran menjelaskan ekspor beras ke Singapura bukan merupakan hal baru karena selama ini perdagangan beras telah berlangsung melalui pelaku usaha swasta.

Rencana yang sedang dijajaki saat ini adalah kerja sama antara badan usaha milik negara Indonesia dengan mitra swasta di Singapura untuk memperluas perdagangan pangan antara kedua negara.

Penulis :
Shila Glorya