
Pantau - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan kepercayaan investor global terhadap Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia, yang tercermin dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp250 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi investasi Rp498,8 triliun pada triwulan I 2026.
PMA Jadi Indikator Kepercayaan Investor
Juru Bicara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriandi, menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan investor tidak dapat diukur hanya dari pergerakan pasar keuangan maupun sentimen jangka pendek.
Menurut Dendy, indikator yang lebih tepat untuk mengukur kepercayaan investor adalah Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) karena merupakan investasi jangka panjang yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu negara.
"Menarik investasi bukan pekerjaan mudah di tengah situasi geopolitik global saat ini. Data menunjukkan investor asing tetap tertarik berinvestasi di Indonesia, tercermin dari realisasi investasi yang terus tumbuh, termasuk kontribusi PMA mencapai 50,1 persen pada triwulan I 2026. Ini membuktikan kepercayaan investor global terhadap Indonesia tetap terjaga," ungkap Dendy Apriandi.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi PMA terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yakni Rp147,2 triliun pada triwulan I 2022, Rp177 triliun pada triwulan I 2023, Rp204,4 triliun pada triwulan I 2024, Rp230,4 triliun pada triwulan I 2025, dan mencapai Rp250 triliun pada triwulan I 2026.
Dendy menilai pertumbuhan PMA yang konsisten menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi investor global.
Kepercayaan tersebut juga tercermin dari keberagaman negara asal penanam modal, dengan lima negara penyumbang investasi terbesar pada triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang.
Investasi Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Dendy menegaskan manfaat investasi tidak hanya terlihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga melalui peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Yang lebih penting, investasi tidak hanya tercermin di pasar keuangan, tetapi juga mengalir ke sektor-sektor strategis yang meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Itulah manfaat nyata investasi yang dirasakan masyarakat," ujar Dendy Apriandi.
Sepanjang triwulan I 2026, realisasi investasi berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia sehingga menunjukkan kontribusi nyata investasi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi di berbagai daerah.
Ke depan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan proses perizinan, peningkatan kepastian berusaha, serta penguatan kebijakan hilirisasi agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif di tingkat global.
"Investasi hari ini menentukan masa depan generasi selanjutnya. Karena itu, mari bersama-sama menjaga iklim investasi yang semakin ramah bagi investor agar investasi terus tumbuh dan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dendy Apriandi.
, bkpm, pma, ekonomi, hilirisasi
- Penulis :
- Arian Mesa





