
Pantau - Indonesia dan Belarus akan meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 dalam kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko ke Indonesia pada 2 Juli 2026 sebagai acuan untuk memperkuat kerja sama konkret dan saling menguntungkan di berbagai sektor.
Peluncuran peta jalan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI setelah Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko sebagai bagian dari rangkaian persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Alexandr Lukashenko.
Kemlu RI menyatakan, "Indonesia menyambut baik rencana peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 pada kunjungan ini yang diharapkan dapat menjadi kerangka kerja untuk mendorong kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan di antara kedua negara," ungkapnya.
Persiapan Kunjungan Kenegaraan
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono dan Maxim Ryzhenko membahas persiapan kunjungan Presiden Alexandr Lukashenko serta sejumlah kerja sama yang diharapkan menjadi hasil konkret dari kunjungan tersebut.
Indonesia dan Belarus juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi erat berbagai lembaga di kedua negara dalam mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Alexandr Lukashenko.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko turut bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Fokus Penguatan Kerja Sama
Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 akan menjadi acuan penguatan kerja sama Indonesia dan Belarus di bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemlu RI meyakini kunjungan Presiden Alexandr Lukashenko akan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Belarus serta menghasilkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Belarus merupakan mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia dan menjadi salah satu anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU).
Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia telah menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU (Indonesia–EAEU Free Trade Agreement) pada Desember 2025.
- Penulis :
- Shila Glorya





