HOME  ⁄  Ekonomi

Kinerja Positif BUMN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, Danantara Soroti Peran Strategis Perbankan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kinerja Positif BUMN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, Danantara Soroti Peran Strategis Perbankan
Foto: Foto: (Sumber: Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria. (ANTARA/BP BUMN).)

Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menilai kinerja positif badan usaha milik negara (BUMN), khususnya sektor perbankan, menjadi fondasi penting untuk memperkuat perekonomian nasional melalui pembiayaan yang berfokus pada sektor-sektor produktif.

Dony menegaskan perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Pembiayaan Produktif Jadi Prioritas

Menurut Dony, dukungan pembiayaan harus terus diarahkan pada sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyebut penguatan pembiayaan perlu difokuskan pada sektor manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dony menegaskan penguatan pembiayaan tersebut diharapkan menciptakan efek berganda yang lebih luas bagi perekonomian nasional.

Ia juga menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko tetap menjadi prasyarat utama agar transformasi BUMN dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kapitalisasi Himbara Capai Rp1.100 Triliun

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kekuatan BUMN tidak hanya diukur dari besarnya aset maupun laba, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Rosan menyampaikan kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara sekitar 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan di Indonesia.

"Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” katanya.

Menurut Rosan, perbankan tidak hanya berorientasi pada perolehan laba, tetapi juga harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui layanan yang menjangkau UMKM, sektor komersial, dan korporasi.

Sejumlah BUMN Catat Pertumbuhan Laba

Sejumlah BUMN strategis mencatat pertumbuhan laba signifikan sepanjang periode April 2025 hingga April 2026.

PT Pupuk Indonesia meningkatkan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun.

PT Pertamina (Persero) membukukan kenaikan laba konsolidasi dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun.

Pertumbuhan kinerja juga terjadi pada sektor perbankan, logistik, dan industri manufaktur.

PT Krakatau Steel membalikkan kerugian Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar seiring penurunan beban utang perusahaan dari sekitar 1,7 miliar dolar AS menjadi 1,1 miliar dolar AS.

PT Danareksa bertransformasi dari kerugian Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar.

PT Kimia Farma beralih dari kerugian Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar.

PT Len Industri berubah dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.

PT Semen Indonesia membukukan peningkatan kinerja dari kerugian Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.

Penulis :
Leon Weldrick