
Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus memaparkan capaian kinerja sejumlah BUMN sepanjang periode April 2025 hingga April 2026.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan, "Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional.”
Rohan menjelaskan perusahaan yang ditampilkan bukan merupakan daftar seluruh BUMN, melainkan sejumlah entitas yang mencatatkan peningkatan kinerja paling menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara.
Ia mengungkapkan, "Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif, dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara.”
Sejumlah BUMN Bukukan Kenaikan Laba
PT Pertamina mencatatkan peningkatan laba sebesar 80 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp24,9 triliun per April 2026.
PT Pupuk Indonesia membukukan kenaikan laba sebesar 202 persen (yoy) menjadi Rp3,2 triliun per April 2026.
Pelindo mencatatkan peningkatan laba sebesar 169 persen (yoy) menjadi Rp900 miliar per April 2026.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan kenaikan laba sebesar 15 persen (yoy) menjadi Rp21,2 triliun pada April 2026.
PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba sebesar Rp635 miliar pada April 2026 setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp981 miliar.
PT Kimia Farma Tbk membukukan laba sebesar Rp108 miliar pada April 2026 setelah sebelumnya mencatatkan kerugian Rp160 miliar.
Perubahan kinerja PT Krakatau Steel Tbk dan PT Kimia Farma Tbk dari rugi menjadi laba terjadi seiring pelaksanaan restrukturisasi serta dukungan capital support dari PT Danantara Asset Management (DAM).
Danantara Jalankan Investasi Strategis
Selain peningkatan kinerja keuangan, Danantara mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada 2025.
Rohan mengatakan, "Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.”
Salah satu investasi strategis yang dijalankan adalah pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
Danantara juga menjalankan proyek Waste-to-Energy (WTE) yang bertujuan mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Rohan mengungkapkan, "Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat.”
Rohan menjelaskan Laporan Keuangan Konsolidasian Danantara Indonesia Tahun 2025 masih dalam proses penyelesaian mengikuti tahapan audit yang berlaku.
Laporan Keuangan Konsolidasian Danantara Indonesia Tahun 2025 akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
- Penulis :
- Arian Mesa





