HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenpora Dorong Industri Olahraga Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpora Dorong Industri Olahraga Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Foto: (Sumber :Perajin membuat kok untuk memenuhi pesanan di sentra industri kok Makam Bergolo, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Pemerintah melalui kolaborasi Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga terus mendorong pengembangan industri olahraga nasional guna menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi. ANTARAFOTO/Maulana Surya/wsj..)

Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong transformasi sektor olahraga dari yang selama ini dipandang sebagai beban anggaran menjadi penggerak ekonomi nasional melalui penguatan industri olahraga dan sport tourism.

Arah kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membuka peluang investasi, memperkuat kepastian hukum, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Deregulasi Jadi Fondasi Pengembangan Industri Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong perubahan paradigma bahwa olahraga tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

Salah satu langkah yang ditempuh Kemenpora ialah memangkas 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi empat regulasi utama.

Salah satu regulasi tersebut secara khusus mengatur industri olahraga dan sport tourism sebagai payung hukum bagi pengembangan ekosistem olahraga nasional.

Kebijakan itu diharapkan memberikan kepastian hukum, mengurangi hambatan birokrasi, serta mempermudah penyelenggaraan ajang olahraga yang melibatkan investasi swasta.

Industri Olahraga Dinilai Memiliki Potensi Ekonomi Besar

Transformasi tersebut juga dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam artikel disebutkan bahwa nilai pasar global sport tourism telah mencapai sekitar 625 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.800 triliun dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Sementara itu, industri olahraga dunia diperkirakan bernilai 521 miliar dolar AS dan diproyeksikan tumbuh sekitar 25 persen hingga 2032.

Di tingkat domestik, liga sepak bola Indonesia disebut memiliki nilai perputaran ekonomi sekitar Rp700 miliar, sedangkan Indonesian Basketball League (IBL) mencapai sekitar Rp60 miliar.

Potensi tersebut dinilai masih dapat terus ditingkatkan melalui pengembangan ekosistem olahraga yang terintegrasi dengan industri, investasi, dan sektor pariwisata olahraga.

Penulis :
Ahmad Yusuf