
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan peningkatan kapasitas menjadi tahapan utama yang harus dilalui pelaku usaha sebelum dipertemukan dengan perusahaan besar dalam skema kemitraan rantai pasok.
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Pristiyanto mengatakan banyak kemitraan gagal berkembang karena pelaku UMKM belum mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dunia industri.
"Pertama adalah peningkatan kapasitasnya dulu. UMKM saat melakukan bermitra tadi seringkali bermasalah. Masalahnya apa? Kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.", ujar Pristiyanto.
Fokus Tingkatkan Standar dan Kapasitas UMKM
Menurut Pristiyanto, peningkatan kualitas dilakukan melalui berbagai pelatihan agar produk UMKM memenuhi standar industri dan kebutuhan pasar.
Pendampingan juga mencakup pemenuhan legalitas usaha serta berbagai sertifikasi yang menjadi syarat untuk masuk ke dalam rantai pasok perusahaan besar.
Pemerintah turut memfasilitasi peningkatan standar produksi melalui penyediaan rumah produksi bersama atau factory sharing.
Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM menghasilkan produk dengan mutu yang lebih seragam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
"Di kualitas, kita akan mengadakan pelatihan-pelatihan bagaimana UMKM itu meningkatkan kualitasnya, standarnya. Pemenuhan perizinan dan standar untuk dia masuk ke pasar.", ungkap Pristiyanto.
Pelaku UMKM juga didorong memenuhi berbagai sertifikasi sesuai sektor usahanya agar produk dapat diterima oleh mitra industri.
Pembekalan Dilanjutkan hingga Business Matching
Setelah melalui proses peningkatan kapasitas, pemerintah melakukan kurasi terhadap UMKM yang dinilai telah memenuhi persyaratan sebelum mengikuti penjajakan kerja sama dengan perusahaan besar.
Kementerian UMKM kemudian memberikan pembekalan mengenai teknik negosiasi bisnis, penyusunan proposal usaha sesuai kebutuhan pasar, teknik presentasi atau pitching kepada calon mitra, hingga proses business matching.
"Kita biasanya mengajarkan bagaimana negosiasi, kemudian bagaimana pembuatan proposal yang sesuai dengan permintaan pasar, kemudian mengadakan pitching, dan juga akhirnya masuk ke business matching.", kata Pristiyanto.
Ia menilai rangkaian pembinaan tersebut penting agar UMKM mampu menghasilkan produk berkualitas, memahami kebutuhan industri, serta membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Pendekatan tersebut juga bertujuan memperkecil kesenjangan antara pelaku usaha mikro dan perusahaan besar yang selama ini dipengaruhi perbedaan standar operasional maupun tata kelola bisnis.
"Melalui kemitraan tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pasar yang lebih luas, tetapi juga berpeluang meningkatkan daya saing usahanya secara berkelanjutan.", ujar Pristiyanto.
- Penulis :
- Gerry Eka





