HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Sebut Lebih dari Separuh Kredit Perbankan di Bali Disalurkan kepada UMKM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Sebut Lebih dari Separuh Kredit Perbankan di Bali Disalurkan kepada UMKM
Foto: (Sumber :Pelaku UMKM menjual kebutuhan pokok saat operasi pasar di Denpasar, Bali, Minggu, Minggu (14/6/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perbankan di Bali meningkatkan penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan porsi mencapai 51,26 persen dari total kredit hingga April 2026 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala OJK Bali Parjiman mengatakan penyaluran kredit bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR) di Bali selama Januari hingga April 2026 mencapai Rp147,64 triliun atau tumbuh 9,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan, "Sebesar 51,26 persen penyaluran kredit hingga April 2026 di Bali disalurkan kepada debitur UMKM."

Lebih dari separuh realisasi kredit tersebut diserap sektor UMKM dengan pertumbuhan 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kredit Investasi dan Pariwisata Jadi Pendorong Pertumbuhan

OJK menjelaskan penyaluran kredit UMKM didominasi segmen usaha mikro dengan porsi 41,84 persen dan usaha kecil sebesar 37,99 persen.

Parjiman menilai pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang meningkat Rp6,11 triliun sehingga mendukung pembiayaan ekspansi usaha dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Bali.

Ia mengungkapkan, "Pertumbuhan yang signifikan tersebut mencerminkan sektor pariwisata Bali yang terus menguat dan mendorong peningkatan kebutuhan pembiayaan."

Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatat penambahan nominal kredit terbesar sebesar Rp2,10 triliun.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

OJK juga mencatat penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 6,64 persen menjadi Rp207,54 triliun dibandingkan Rp194,63 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kualitas kredit perbankan di Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 2,60 persen atau lebih rendah dibandingkan 3,21 persen pada April 2025.

Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat 58,30 persen, masih berada di bawah kisaran ideal sesuai ketentuan yang berada pada rentang 78 hingga 92 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf