HOME  ⁄  Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Cermati Laporan Fitch Ratings

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Cermati Laporan Fitch Ratings
Foto: Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis 23/4/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,18 persen pada perdagangan Senin sore ke level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS, di tengah respons pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings serta perkembangan data ekonomi domestik dan global.

Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Sentimen Fitch Ratings

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi respons negatif pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings mengenai kondisi ekonomi Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif. Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi."

Menurut laporan Fitch Ratings, kondisi ekonomi makro Indonesia menghadapi berbagai tekanan yang tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan cadangan devisa, serta arus modal keluar dalam jumlah besar.

Fitch Ratings menilai melemahnya kepercayaan investor dipengaruhi memburuknya tata kelola ekonomi.

Lembaga pemeringkat tersebut juga memperingatkan tekanan yang berkepanjangan dapat meningkatkan utang pemerintah, menaikkan biaya pinjaman pemerintah, serta memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia.

Pada Maret 2026, Fitch Ratings masih mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB, namun merevisi prospeknya (outlook) menjadi negatif.

Data Perdagangan dan Faktor Global Menambah Tekanan

Selain laporan Fitch Ratings, pergerakan pasar turut dipengaruhi data neraca perdagangan Indonesia yang pada Mei 2026 kembali mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS.

Defisit tersebut mengakhiri tren surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Dari sisi global, pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki.

Ketidakpastian mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz juga menjadi perhatian pasar sehingga membatasi penurunan harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.999 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.960 per dolar AS.

Penulis :
Leon Weldrick