HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Gandeng APPMI untuk Perkuat Industri Fesyen Nasional dan Dorong Ekspor Melalui IFW 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenekraf Gandeng APPMI untuk Perkuat Industri Fesyen Nasional dan Dorong Ekspor Melalui IFW 2026
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memperkuat kontribusi sektor fesyen nasional sebagai penggerak ekonomi melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di JICC Senayan, Jakarta.

Kolaborasi Perkuat Ekosistem dan Potensi Ekspor Fesyen

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi antara Kemenekraf dan APPMI ditujukan untuk mempercepat pengembangan industri fesyen nasional sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar internasional.

Ia mengungkapkan, "Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," katanya.

Riefky menyebut subsektor fesyen memberikan kontribusi sebesar 14,77 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025.

Ia menambahkan subsektor fesyen juga menyumbang 58,55 persen dari total ekspor ekonomi kreatif pada periode Januari hingga April 2026.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai IFW 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat rantai pasok industri sekaligus mengukur dampak ekonomi pada subsektor fesyen nasional.

IFW 2026 Angkat Wastra Sumatra Utara

IFW 2026 mengusung tema Ulos Simetria dengan mengangkat kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara sebagai inspirasi utama.

Penyelenggaraan IFW tahun sebelumnya melibatkan lebih dari 200 jenama dan desainer, sekitar 4.000 pekerja kreatif, menarik 34.000 pengunjung, serta mencatat kenaikan transaksi digital hingga 50 persen.

Riefky mengatakan, "Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujarnya.

Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono menyatakan organisasinya siap memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk memperluas promosi dan akses pasar bagi produk fesyen Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," ungkapnya.

IFW 2026 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan desainer, akademisi, produsen aksesori, investor, dan pembeli melalui pameran dagang, business matching, forum industri, serta peragaan busana berbasis budaya Nusantara.

Penulis :
Aditya Yohan