HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Sertifikasi 25 Warga Lokal untuk Siapkan SDM Pengelola Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KKP Sertifikasi 25 Warga Lokal untuk Siapkan SDM Pengelola Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao
Foto: Foto udara kawasan tambak garam di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (sumber: KKP)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali serta mensertifikasi 25 warga lokal sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, melalui pelatihan yang berlangsung di Kupang pada 3–5 Juli 2026.

Program bimbingan teknis dan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem industri garam yang terintegrasi melalui pembangunan kawasan industri garam, penguatan tata kelola industri garam, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"KKP membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan sertifikasi kompetensi agar mereka dapat menjadi bagian dari pengelolaan industri garam nasional yang modern dan berdaya saing," ungkap KKP.

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari Desa Matasio, Desa Serubeba, dan Desa Lakamola di Kecamatan Rote Timur mengikuti pelatihan bersama lima peserta dari Balai Besar Produksi Garam Kupang.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi efektif.

Peserta juga mendapatkan pelatihan pengoperasian peralatan produksi garam.

Materi pelatihan mencakup teknik produksi garam.

Peserta turut dibekali materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta mengikuti sertifikasi kompetensi.

Menurut Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita, pelatihan tersebut juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri garam.

Program tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pengelolaan K-SIGN.

"KKP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan K-SIGN tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten," ungkap Frista Yorhanita.

Proyek Strategis untuk Kurangi Impor Garam

Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi dan kualitas garam nasional.

Program tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

K-SIGN merupakan proyek strategis KKP yang dikembangkan di Kabupaten Rote Ndao sebagai pusat produksi garam nasional untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor garam yang saat ini masih mencakup sekitar 60 persen dari kebutuhan nasional.

Program K-SIGN diperkirakan akan menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja.

Kawasan K-SIGN mencakup lahan seluas 10.764 hektare yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Landu Lenko, Kecamatan Pantai Baru, dan Kecamatan Rote Timur, serta meliputi wilayah perairan di Teluk Pantai Baru.

Telah menghubungi Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao.

Permintaan informasi juga mencakup progres operasional kawasan serta konfirmasi mengenai apakah K-SIGN telah mulai berproduksi.

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak yang bersangkutan.

Penulis :
Leon Weldrick