
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria meminta Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkuat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi dengan industri agar penelitian menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat di Surabaya.
Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya transformasi perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada penciptaan inovasi yang dapat diterapkan di dunia industri dan kebutuhan publik.
Arif Satria, selaku Kepala BRIN, menyampaikan, "Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat."
Penguatan Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Lintas Sektor
Arif Satria menegaskan bahwa Indonesia perlu bertransformasi menuju ekonomi berbasis inovasi (innovation-driven economy) yang bertumpu pada riset, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai tantangan utama riset di Indonesia adalah menjembatani kesenjangan antara laboratorium dan industri agar hasil penelitian dapat dihilirisasi menjadi produk dan teknologi yang bermanfaat.
Ia mengatakan, "Sehingga itu diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara kampus, industri, pemerintah, dan dunia usaha."
BRIN menyediakan berbagai skema pendanaan seperti RIIM, PRIS, Matching Fund RIIM Startup, alih teknologi, hingga program hilirisasi inovasi untuk memperkuat ekosistem riset nasional.
Capaian dan Penguatan Ekosistem Riset Universitas Muhammadiyah Surabaya
Rektor Umsura Prof Mundakir menyampaikan bahwa penguatan ekosistem riset menjadi fokus utama kampus dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat.
Ia mencatat adanya peningkatan jumlah hibah penelitian dari 56 judul menjadi 66 judul pada periode 2025–2026 serta total 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026 untuk penelitian, pengabdian masyarakat, dan PKM.
Ia menyampaikan, "Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional diperlukan agar hasil-hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional."
Umsura juga meraih penghargaan Silver Winner kategori penelitian dan Gold Winner kategori pengabdian masyarakat pada BIMA Award 2025 serta masuk 10 besar penerima Grant RIIM periode 2022–2023.
BRIN dan Umsura menegaskan komitmen penguatan hilirisasi riset melalui berbagai program pendanaan seperti RIIM Kompetisi yang telah dimanfaatkan Umsura dengan 15 proposal pada 2023, dua proposal pada 2025, dan meningkat menjadi tiga proposal pada 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick





