
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kualitas dan ekosistem Magang Nasional (MagangHub) 2026 melalui penguatan tata kelola serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan penyelenggaraan yang lebih transparan dan efektif.
Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan penguatan ekosistem MagangHub melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan dunia industri yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
"Kami akan melakukan penguatan tata kelola MagangHub melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri, standardisasi kualitas pembimbing (mentor), dan evaluasi ketat terhadap perusahaan penyelenggara," ungkap Yassierli.
Ia menjelaskan Kemnaker juga akan meningkatkan fungsi pengawasan dan pembinaan untuk memastikan seluruh penyelenggara mematuhi ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin perlindungan hak peserta sekaligus menjaga kualitas penyelenggaraan program.
MagangHub Terintegrasi dengan Sertifikasi Kompetensi
Yassierli mengatakan pemerintah akan memperluas sebaran lokasi penyelenggaraan serta diversifikasi sektor industri agar manfaat MagangHub dapat dirasakan lebih merata oleh generasi muda di seluruh Indonesia.
Program tersebut juga akan diintegrasikan dengan sistem sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Integrasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini diperlukan agar peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata saat mereka memasuki dunia kerja," ujarnya.
Pada Magang Nasional 2026, pemerintah menargetkan program tersebut dapat menampung 150 ribu lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.
Kuota peserta pada gelombang pertama ditetapkan sebanyak 50 ribu orang dengan pendaftaran dibuka pada 15 hingga 28 Juli 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan





