
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan menjalin komunikasi dan diskusi secara konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices setelah Indonesia dimasukkan ke dalam daftar pantau (watchlist) yang membuka kemungkinan perubahan status dari emerging market menjadi frontier market.
BEI Respons Tinjauan S&P Dow Jones
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya akan mendalami berbagai perhatian yang disampaikan S&P Dow Jones Indices dalam proses evaluasi tersebut.
“BEI akan menjalin komunikasi dan diskusi yang konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices terkait untuk mendalami concern yang disampaikan, dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut,” ungkapnya.
Jeffrey menegaskan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan berbagai langkah untuk menjawab perhatian yang menjadi dasar evaluasi.
“Bursa berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi di Pasar Modal Indonesia demi terselenggaranya pasar modal yang wajar, teratur, dan efisien,” katanya.
Transparansi Jadi Sorotan Evaluasi
BEI telah mencermati pengumuman S&P Dow Jones Indices Country Classification 2026/2027 Watchlist yang menempatkan pasar modal Indonesia dalam daftar pantau untuk evaluasi pada 2027.
S&P Dow Jones Indices menyoroti isu transparansi pasar sebagai salah satu alasan utama penempatan Indonesia dalam watchlist, sejalan dengan perhatian yang sebelumnya juga disampaikan MSCI.
Apabila berbagai persoalan tersebut tidak terselesaikan, status pasar modal Indonesia berpotensi dievaluasi pada peninjauan berikutnya.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan sesi I Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 66,35 poin atau 1,11 persen ke level 5.920,15, sedangkan Indeks LQ45 turun 6,99 poin atau 1,17 persen ke posisi 587,93.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





