
Pantau - Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian memproduksi sebanyak empat juta bibit Kopi Arabika Gayo 3 di Takengon untuk mendukung pemulihan sektor perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Progres Produksi Bibit
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana atas dukungan terhadap pengembangan kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah saat mengunjungi lokasi penangkaran pembibitan Kopi Arabika Gayo 3 di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Tim Kementerian Pertanian dan perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Aceh.
Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan produksi benih Kopi Arabika pada tahap lanjutan pascasemai.
Haili Yoga mengungkapkan, "Alhamdulillah, hasil pekerjaan menunjukkan pertumbuhan vegetatif bibit yang sangat baik. Bibit Arabika Gayo 3 telah memenuhi kondisi yang siap untuk ditanam di lapangan."
Haili Yoga menjelaskan jumlah bibit yang diproduksi mencapai empat juta batang.
Seluruh bibit tersebut saat ini masih menunggu proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Aceh.
Sertifikasi dilakukan sebelum bibit didistribusikan kepada masyarakat.
Penyaluran Ditargetkan Tepat Sasaran
Bupati menegaskan proses penyaluran bibit akan dilakukan secara tepat sasaran kepada petani yang telah terdata dan tergabung dalam kelompok tani penerima manfaat sesuai ketentuan program.
Ia mengatakan, "Hal tersebut penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan rehabilitasi kebun kopi."
Haili Yoga menyebut kebutuhan bibit kopi di Dataran Tinggi Gayo sangat tinggi setiap tahunnya.
Program produksi bibit tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Aceh Tengah sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika terbaik di dunia.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, Sabrin, menjelaskan penyaluran bibit direncanakan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 setelah sertifikasi benih diterbitkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Aceh.
Sabrin mengatakan, "Bibit akan disalurkan kepada petani yang terdampak bencana sesuai usulan yang telah diverifikasi melalui kelompok tani, sehingga penyaluran tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan program.”
- Penulis :
- Arian Mesa





