HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.912, Didorong Maraknya IPO di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.912, Didorong Maraknya IPO di Tengah Ketidakpastian Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 39,07 poin atau 0,67 persen ke posisi 5.912,44 seiring maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.

Maraknya IPO Topang Sentimen Pasar

Sepanjang pekan ini, sebanyak enam perusahaan mencatatkan saham perdana atau menggelar IPO di pasar modal Indonesia.

Total dana yang berhasil dihimpun dari enam aksi IPO tersebut mencapai sekitar Rp1,79 triliun.

Lima saham perusahaan yang baru melantai di bursa mencatatkan kenaikan signifikan atau mengalami Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.

Satu perusahaan lainnya dijadwalkan melaksanakan IPO pada Jumat, 10 Juli 2026.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Bursa kawasan Asia bergerak variatif di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, yang mana militer Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut."

Asia Development Bank (ADB) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027.

Proyeksi tersebut dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Nico mengatakan, "Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target yang realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi."

Konflik Timur Tengah dan Sikap The Fed Jadi Sorotan

Dari faktor global, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap Iran selama dua hari berturut-turut.

Iran mengancam akan melakukan operasi pembalasan dalam skala besar terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Ketegangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Risalah rapat The Fed pada Juni 2026 menunjukkan hanya sebagian kecil pembuat kebijakan yang mendukung kenaikan suku bunga.

Meski demikian, para pejabat The Fed menyampaikan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.

Nico mengatakan pelaku pasar kini menunggu data terbaru klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat serta data penjualan rumah sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Ia mengatakan, "Pasar terus memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun 2026."

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah sebelum berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor ditutup menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,14 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik yang naik 1,28 persen serta sektor industri yang menguat 1,08 persen.

Sementara itu, tiga sektor mengalami pelemahan dengan sektor kesehatan dan sektor properti masing-masing turun 1,40 persen, sedangkan sektor infrastruktur melemah 0,29 persen.

Saham dengan kenaikan harga terbesar ditempati PRDL, JELI, MMIX, JAST, dan ARTO.

Saham dengan penurunan harga terbesar adalah JECX, BAPA, BKDP, PBSA, dan MEDS.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.226.000 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 25,69 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp12,07 triliun.

Sebanyak 338 saham ditutup menguat, 296 saham melemah, dan 330 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pada penutupan perdagangan regional Asia, Indeks Nikkei menguat 1,55 persen ke 67.856,56, Indeks Shanghai naik 1,65 persen ke 4.036,59, Indeks Hang Seng melemah 0,70 persen ke 24.030,18, dan Indeks Strait Times menguat 1,20 persen ke 5.433,88.

Penulis :
Arian Mesa