
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI optimistis nilai transaksi dalam program UMKM Bisa Ekspor dapat mencapai sekitar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5,43 triliun pada 2026 setelah capaian transaksi sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah menyentuh 193 juta dolar AS dan melampaui realisasi sepanjang 2025 yang sebesar 134,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun.
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengungkapkan, “Kalau sekarang Januari sampai Mei sudah 193 juta (dolar AS), berarti kan sudah satu semester ya, mudah-mudahan tinggal dikalikan dua untuk tahun ini, jadi bisa mencapai 300 juta dolar AS ya.”
Peningkatan nilai transaksi tersebut dinilai menunjukkan efektivitas pendampingan pemerintah dalam membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mekanisme Program UMKM Bisa Ekspor
Kemendag menjalankan program UMKM Bisa Ekspor dengan dukungan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara, terdiri atas atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri sebelum dicarikan calon pembeli atau buyer.
Setelah calon buyer diperoleh, pelaku UMKM akan dipertemukan untuk mempresentasikan produknya secara langsung maupun melalui konferensi video.
Budi menjelaskan, “Caranya bapak ibu tinggal presentasi saja ke perwakilan kita, nanti kita jadwalkan. Kemudian perwakilan kita mencarikan calon pembeli (buyer), setelah itu tinggal presentasikan dengan buyer.”
Pemerintah Lakukan Kurasi untuk Meningkatkan Kepercayaan Buyer
Pemerintah turut mendampingi proses presentasi dan melakukan kurasi terhadap UMKM sebelum dipertemukan dengan calon buyer guna meningkatkan kepercayaan terhadap produk Indonesia.
Budi mengatakan, “Karena didampingi pemerintah sehingga buyer percaya. Mereka percaya bahwa UMKM yang melakukan presentasi itu UMKM yang punya kapasitas, sehingga kita melakukan kurasi-kurasi ini kepada UMKM.”
Sekitar 70 persen pelaku usaha yang mengikuti program UMKM Bisa Ekspor pada tahun lalu sebelumnya belum pernah mengekspor produknya.
Budi mengajak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas untuk memanfaatkan program tersebut.
Ia mengungkapkan, “Kalau produk bapak-ibu sudah masuk di ritel modern, sudah masuk di Metro, saya yakin produk bapak-ibu sudah bisa ekspor.”
Menurut Budi, peluang ekspor produk lokal masih terbuka lebar seiring meningkatnya permintaan dari berbagai negara.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi ritel dapat memperkuat daya saing produk lokal sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick





