
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat 11,92 poin atau 0,20 persen ke level 5.924,36 seiring pergerakan positif bursa saham di kawasan Asia yang didorong sentimen negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap stabil menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 1,88 poin atau 0,32 persen ke posisi 589,25.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Jelang akhir pekan, IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat menyusul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian."
Sentimen Global dan Proyeksi Ekonomi Indonesia
Dari faktor global, pasar merespons positif sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara sempat melakukan serangan militer di kawasan Teluk pada awal pekan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa proses negosiasi perdamaian dengan Iran akan tetap dilanjutkan.
Iran juga dilaporkan berupaya melakukan negosiasi untuk membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan serta tekanan inflasi.
Dari dalam negeri, sebanyak enam perusahaan telah melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia sepanjang pekan ini.
IMF dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil sebesar 5,0 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027.
Proyeksi tersebut tidak berubah dibandingkan laporan April 2026.
IMF menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap tangguh karena mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi global dan negara-negara tetangga.
Nico mengatakan, "Proyeksi itu menunjukkan pertumbuhan yang realistis di saat perlambatan yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia maupun ekonomi besar dunia."
Pergerakan Perdagangan dan Kinerja Sektoral
IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan.
Pada sesi pertama, IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di wilayah positif hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tujuh sektor yang menguat.
Sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,97 persen.
Sektor barang baku naik 0,56 persen.
Sektor properti naik 0,56 persen.
Empat sektor mengalami pelemahan.
Sektor industri turun paling dalam sebesar 0,67 persen.
Sektor infrastruktur melemah 0,58 persen.
Sektor kesehatan melemah 0,48 persen.
Saham dengan kenaikan harga terbesar adalah PRDL, RANS, BKPD, KONI, dan KOKA.
Saham dengan penurunan harga terbesar adalah JELI, BAPA, JECX, SKBM, dan HATM.
Frekuensi perdagangan saham mencapai sekitar 1,9 juta transaksi.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 15,61 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp8,84 triliun.
Sebanyak 383 saham menguat.
Sebanyak 252 saham melemah.
Sebanyak 330 saham ditutup tidak berubah.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1,58 persen ke level 68.814,00.
Indeks Shanghai melemah 1,00 persen ke level 3.911,16.
Indeks Hang Seng menguat 0,60 persen ke level 24.175,12.
Indeks Strait Times menguat 0,60 persen ke level 5.466,31.
- Penulis :
- Leon Weldrick





