HOME  ⁄  Ekonomi

Airlangga Sebut Afirmasi Peringkat S&P Bukti Kepercayaan Global terhadap Ekonomi Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Airlangga Sebut Afirmasi Peringkat S&P Bukti Kepercayaan Global terhadap Ekonomi Indonesia
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (14/7/2026) ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian..)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai afirmasi sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

S&P Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Airlangga mengatakan peringkat tersebut ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang prudent, serta beban utang pemerintah dan utang eksternal neto yang relatif rendah dibandingkan negara selevel.

“Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah. Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5 persen, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3 persen PDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam,” ungkap Airlangga.

Dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun mendatang, dengan pertumbuhan riil 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen sepanjang 2026–2029.

S&P juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6 persen secara tahunan pada triwulan I-2026 didorong oleh belanja pemerintah dan percepatan pencairan anggaran, sementara PDB per kapita diperkirakan mencapai sekitar 5.200 dolar AS pada 2026.

Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas dan Reformasi Ekonomi

Menurut Airlangga, salah satu faktor utama yang menopang outlook stabil adalah komitmen pemerintah mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari produk domestik bruto.

"Kinerja penerimaan negara turut menjadi catatan positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19 persen pada lima bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh pulihnya administrasi perpajakan, kenaikan penerimaan PPN, serta menguatnya penerimaan royalti dan dividen dari sektor sumber daya alam," ungkapnya.

Ia menambahkan S&P juga menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) berpotensi meningkatkan penerimaan negara, memperkuat devisa ekspor, serta memperbaiki posisi eksternal Indonesia.

Airlangga menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas makroekonomi melalui hilirisasi, penguatan tata kelola devisa hasil ekspor, dan peningkatan produktivitas.

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan tata kelola devisa hasil ekspor, dan peningkatan produktivitas. Konsistensi dan prediktabilitas kebijakan akan menjadi kunci untuk mendorong peringkat Indonesia naik ke level yang lebih tinggi,” tutupnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf