
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik penguatan ekspor produk manufaktur Indonesia ke kawasan Mediterania dan Afrika Utara melalui penjajakan kerja sama dagang dengan Maroko, sekaligus memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing industri nasional.
Kemenperin Dorong Kerja Sama Dagang dengan Maroko
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan Maroko memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju kawasan Afrika Utara dan Mediterania.
"Maroko memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju Afrika Utara dan kawasan Mediterania. Kami melihat peluang besar untuk memanfaatkan keunggulan tersebut untuk memperluas akses produk industri Indonesia ke pasar regional, sekaligus memperkuat kemitraan di sektor-sektor industri masa depan seperti dirgantara, industri halal, farmasi, dan energi baru terbarukan," ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) guna memangkas hambatan tarif sekaligus meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia.
Selain memperluas pasar ekspor, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mengamankan pasokan bahan baku strategis seperti fosfat dan aluminium bagi kebutuhan industri nasional.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko yang telah terjalin sejak 1956 dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
Perkuat Industri Halal dan Perluas Akses Pasar
Faisol mengungkapkan Indonesia dan Maroko juga berkomitmen mempercepat penguatan kerja sama di sektor industri halal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) Sertifikasi Halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia dan Moroccan Institute of Standardization (IMANOR) pada Mei 2026.
Kesepakatan itu diharapkan mempermudah produk halal Indonesia memasuki pasar Maroko tanpa melalui proses sertifikasi berulang sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan industri halal di kedua negara.
Sebagai tindak lanjut, Kemenperin mengundang Pemerintah Maroko untuk berpartisipasi dalam Halal Expo 2026 yang akan digelar pada September mendatang.
Keikutsertaan Maroko diharapkan memperluas jejaring bisnis, mempertemukan pelaku industri kedua negara, serta membuka peluang investasi dan perdagangan produk halal yang lebih besar.
- Penulis :
- Aditya Yohan





