HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Siapkan 997,2 Ribu Ton Beras untuk Bantuan Pangan Tahap Kedua bagi 33,24 Juta Keluarga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bapanas Siapkan 997,2 Ribu Ton Beras untuk Bantuan Pangan Tahap Kedua bagi 33,24 Juta Keluarga
Foto: (Sumber :Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kiri) memberi keterangan kepada awak media. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan sebanyak 997,2 ribu ton beras bantuan pangan tahap kedua siap disalurkan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) secara sekaligus mulai Agustus 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, "Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara one shoot atau secara sekaligus pada Agustus mendatang," ungkapnya.

Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan dengan alokasi selama tiga bulan.

Ketut menjelaskan bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi sebesar 99,7 persen sehingga pelaksanaan tahap kedua diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Ia mengungkapkan, "Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7 persen. Selisih 0,3 persen yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatera dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus."

Penyaluran Tunggu Anggaran Tambahan

Bapanas menyatakan penyaluran bantuan pangan tahap kedua akan dilakukan secara one shoot setelah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tersedia dan masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.

Ketut mengatakan, "Tahap kedua diputuskan akan disekaliguskan di bulan Agustus, mungkin bisa sampai lewat September karena kondisi geografis. Jadi telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog."

Saat ini Bapanas masih menunggu hasil reviu Kementerian Keuangan terhadap pengajuan anggaran tambahan sebelum menerbitkan penugasan kepada Perum Bulog.

Ia mengungkapkan, "Kami juga prosesnya sudah mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan, sedang di reviu oleh Kementerian Keuangan. Dan kami tentu menunggu adanya anggaran di DIPA Badan Pangan Nasional. Setelah ada baru akan kita tugaskan untuk bantuan pangan tahap kedua."

Diharapkan Tekan Harga Beras dan Inflasi

Bapanas optimistis penyaluran hampir satu juta ton beras kepada masyarakat akan membantu mengurangi kebutuhan pembelian beras di pasar sehingga dapat menekan harga dan laju inflasi.

Ketut mengatakan, "Bayangkan 33 juta KPM kali tiga bulan berarti hampir 1 juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Nah pasti akan sedikit mengerem inflasi."

Bapanas juga berharap bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Gerakan Pangan Murah (GPM) dapat menjaga stabilitas harga beras sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Penulis :
Ahmad Yusuf