
Pantau - Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat hilirisasi hasil riset, khususnya pengembangan benih kedelai unggul yang ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 2,5 ton sampai 3 ton per hektare, di Auditorium USU, Medan, Rabu, 15 Juli 2026.
Pengembangan Benih Kedelai Unggul
Rektor USU Prof. Muryanto Amin menjelaskan bahwa kerja sama antara USU dan Kementan difokuskan pada pengembangan kedelai sebagai salah satu langkah mempercepat penerapan hasil penelitian di sektor pangan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor USU Prof. Muryanto Amin bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah.
Prof. Muryanto Amin mengungkapkan, "Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dapat berjalan cepat. Jangan sampai birokrasi menjadi panjang, sehingga hasil riset tidak segera dimanfaatkan."
Salah satu program yang segera dijalankan adalah pengembangan benih kedelai hasil penelitian dosen USU yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Saat ini benih kedelai tersebut sedang menjalani uji coba di empat lokasi berbeda untuk mengetahui tingkat produktivitasnya.
Target produktivitas benih tersebut mencapai sekitar 2,5 ton hingga 3 ton per hektare.
Pengembangan benih direncanakan dilakukan pada lahan seluas 500 hektare hingga 1.000 hektare.
Prof. Muryanto Amin mengatakan, "Pak Menteri meminta benih yang mampu menghasilkan hingga tiga ton per hektare. Jika sesuai, hasil riset dosen akan dibeli untuk dikembangkan."
Apabila hasil penelitian memenuhi target yang telah ditetapkan, Kementerian Pertanian siap membeli benih hasil riset tersebut untuk dikembangkan secara lebih luas.
Libatkan Petani dan Mahasiswa
Program pengembangan benih juga akan melibatkan petani dalam proses penyemaian.
Mahasiswa turut dilibatkan dalam proses penyemaian benih sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Hasil panen nantinya direncanakan akan diserap oleh pihak offtaker.
Salah satu pihak yang berpotensi menjadi penyerap hasil panen adalah Perum Bulog.
Penyerapan hasil panen akan dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan penelitian lebih lanjut.
Prof. Muryanto Amin berharap, "Kami berharap kerja sama antara USU dan Kementerian Pertanian dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan inovasi dan hasil riset perguruan tinggi."
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kolaborasi antara USU dan Kementan diharapkan menjadi solusi dalam menghasilkan bibit kedelai unggul melalui riset yang dilakukan oleh USU.
Andi Amran Sulaiman mengatakan, “Kami tentunya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan USU. Semoga ke depan apa yang dilakukan USU dapat juga diikuti oleh perguruan tinggi lainnya khususnya dalam riset-riset hasil pertanian.”
- Penulis :
- Arian Mesa





