
Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.063 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi setelah memperoleh sentimen positif dari langkah stabilisasi nilai tukar yang ditegaskan Bank Indonesia (BI).
Pernyataan BI Dorong Kepercayaan Pasar
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah didorong oleh pernyataan BI terkait penguatan kebijakan stabilisasi nilai tukar.
“Tidak terdapat rilis data ekonomi utama yang secara langsung memengaruhi pergerakan rupiah. Namun, sentimen positif datang dari pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan telah memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026,” ungkap Amru.
BI juga menyampaikan pemantauan pasar valuta asing dilakukan secara berkelanjutan melalui kantor perwakilan di luar negeri serta didukung perluasan instrumen operasi moneter.
Menurut Amru, langkah tersebut meningkatkan keyakinan pelaku pasar bahwa BI memiliki instrumen yang memadai untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan Dolar AS Ikut Topang Rupiah
Amru menjelaskan rupiah juga mendapat dukungan dari melemahnya dolar Amerika Serikat setelah rilis data inflasi negara tersebut.
Berdasarkan laporan Anadolu, inflasi tahunan Amerika Serikat melambat menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 dari 4,2 persen pada Mei 2026.
Indeks Harga Konsumen juga tercatat turun 0,4 persen secara bulanan setelah sebelumnya naik 0,5 persen pada Mei.
Sementara itu, inflasi inti tercatat tidak berubah secara bulanan dan melambat menjadi 2,6 persen secara tahunan dari sebelumnya 2,9 persen.
“Ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi tersebut menekan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





