HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek LNG Abadi Masela Diproyeksikan Jadi Pusat Energi Terbesar di Indonesia Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Proyek LNG Abadi Masela Diproyeksikan Jadi Pusat Energi Terbesar di Indonesia Timur
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kilang minyak lepas pantai. ANTARA/Shutterstock/pri.)

Pantau - Proyek gas alam cair liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Investasi Energi Bernilai Strategis

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026), menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ungkap Prasetyo.

Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Prasetyo menjelaskan proyek tersebut memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak kontrak ditandatangani pada 1998.

Dukung Transisi Energi dan Perekonomian

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target, sementara proses perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

Prasetyo menegaskan penerapan teknologi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), proyek ini diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sekitar 137,7 miliar dolar AS hingga 2055.

Proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi serta meningkatkan pendapatan negara dan daerah.

Pemerintah menegaskan pengembangan proyek strategis nasional akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan guna meningkatkan produksi nasional, memperkuat industri, memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan