
Pantau - Penguatan ketahanan energi Indonesia dinilai memerlukan sinergi pemerintah, PLN, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan energi primer tetap terjaga sehingga sistem kelistrikan nasional berjalan andal dan berkelanjutan.
Pasokan Energi Primer Jadi Fondasi Kelistrikan
Dalam telaah yang ditulis KRT Tohom Purba, gangguan kelistrikan berskala besar di berbagai negara umumnya dipicu oleh kombinasi persoalan seperti terganggunya pasokan energi primer, lemahnya koordinasi antarlembaga, keterbatasan jaringan transmisi, hingga cuaca ekstrem.
Pemerintah disebut memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan batu bara dan bahan bakar minyak bagi pembangkit listrik PLN sebagai fondasi utama keandalan sistem kelistrikan nasional.
Pengelolaan sektor kelistrikan juga dinilai memerlukan koordinasi lintas sektor karena operasional pembangkit, transmisi, dan distribusi sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok energi, kebijakan pemerintah, serta tata kelola logistik.
Perencanaan Jangka Panjang Dinilai Dibutuhkan
Dalam telaah tersebut disebutkan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton setiap tahun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 134 juta ton telah terikat kontrak, sedangkan sekitar 20 juta ton lainnya masih perlu dipastikan pemenuhannya agar cadangan energi pembangkit tetap berada pada tingkat yang aman.
Penulis menilai pengadaan energi primer tidak dapat mengandalkan kebijakan jangka pendek, melainkan membutuhkan perencanaan yang matang, kontrak yang kuat, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Kebijakan pemerintah menetapkan penugasan Domestic Market Obligation (DMO) hingga 212 juta ton serta penambahan alokasi batu bara kalori menengah disebut sebagai langkah untuk memperkuat pasokan energi bagi pembangkit listrik.
Telaah tersebut juga menekankan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada besarnya kuota yang ditetapkan, tetapi juga pada kemampuan memastikan batu bara dengan spesifikasi yang sesuai dapat tiba tepat waktu di setiap pembangkit listrik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





