
Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai investasi asing senilai Rp1,25 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum pembentukan kutub pertumbuhan ekonomi baru yang dapat mendorong perkembangan wilayah di sekitarnya.
Investasi Dinilai Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Esther mengatakan investasi yang masuk ke IKN tidak hanya berdampak pada pembangunan kawasan inti, tetapi juga berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas.
Ia mengungkapkan, "Kalau investasi masuk ke IKN saya rasa ini mendorong tumbuhnya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah."
Ia menambahkan, "Dengan investasi masuk ke IKN, maka daerah sekitar IKN mendapat akses jalan yang lebih baik, konektivitas lancar, dan jaringan listrik pintar."
Menurut Esther, pembangunan infrastruktur tersebut akan memperkuat ekosistem pendukung ekonomi sekaligus membuka peluang baru bagi aktivitas usaha dan investasi di kawasan sekitar IKN.
Investor China Mulai Bangun Kawasan Terpadu di IKN
Sebelumnya, investor asal China PT Star Bright International Investment yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub-Wilayah Perencanaan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN pada Rabu (15/7/2026).
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi itu akan menghadirkan apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
Hunian yang dibangun menyediakan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur yang dilengkapi ruang keluarga, kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan, "Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini, kita dapat melihat istana negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada 2028."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





