
Pantau - Akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) Bhayu Rhama menilai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.
Bhayu mengatakan proyek berskala besar tersebut tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia mengungkapkan, “Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), LNG Abadi Masela memiliki peran penting dalam mendukung visi Indonesia menuju kemandirian energi."
Bhayu menyebut Presiden Prabowo Subianto meyakini PSN LNG Abadi Masela akan menjadi salah satu penggerak utama kemajuan Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Menurutnya, selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai LNG Abadi Masela berpotensi menjadi katalisator pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Bhayu menegaskan keberhasilan proyek harus diiringi komitmen terhadap aspek keberlanjutan, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Ia mengatakan, “Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari pembangunan. Transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar harus menjadi perhatian utama.”
Bhayu berharap pembangunan LNG Abadi Masela berjalan sesuai rencana dan menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah maupun bangsa.
Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diproyeksikan meningkatkan produksi gas nasional, memperkuat ketahanan energi, menarik investasi bernilai besar, serta membuka ribuan lapangan kerja selama masa konstruksi dan operasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





