HOME  ⁄  Nasional

IESR dan Greenvolt Power Indonesia Nilai Dunia Usaha Berperan Penting Mendorong Swasembada Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IESR dan Greenvolt Power Indonesia Nilai Dunia Usaha Berperan Penting Mendorong Swasembada Energi
Foto: (Sumber :Bobby Benly menyampaikan mengenai pembiayaan yang fleksibel dan memberikan kemudahan bagi dunia usaha untuk bertransisi. PR Wire.)

Pantau - Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Greenvolt Power Indonesia menilai komitmen dunia usaha dalam mengambil keputusan energi jangka panjang menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi energi dan mendukung swasembada energi di Indonesia.

Dunia Usaha Dinilai Menjadi Penentu Transisi Energi

Pandangan tersebut disampaikan dalam Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan IESR dengan tema "From Ambition to Action: Strengthening the Solar PV Ecosystem to Support Energy Sovereignty".

Head of Business Development Greenvolt Power Indonesia Bobby Benly mengatakan tantangan utama transisi energi saat ini bukan lagi terletak pada ketersediaan teknologi maupun dukungan pembiayaan.

Ia mengungkapkan, "Para pelaku usaha tidak bisa lagi memandang energi hanya sebagai beban biaya operasional atau bagian dari inisiatif ESG semata. Energi perlu dipandang dan dikelola sebagai strategi bisnis yang memperkuat ketahanan usaha, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang, terutama di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas energi yang semakin menegaskan pentingnya ketahanan energi bagi dunia usaha. Pada akhirnya, keputusan pelaku usaha dalam mengelola energi akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan Indonesia menuju swasembada energi."

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi surya nasional diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 gigawatt, sementara kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) baru sekitar 1,3 gigawatt.

Greenvolt Power Indonesia menyebut berbagai skema pembiayaan yang fleksibel, seperti zero CapEx (capital expenditure) dan OpEx (operational expenditure), dapat mempermudah pelaku usaha mengadopsi energi surya sesuai kebutuhan operasional dan finansial.

Kolaborasi dan Kepastian Kebijakan Dinilai Krusial

Greenvolt Power Indonesia menilai percepatan pemanfaatan energi surya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, penyedia solusi energi, dan lembaga pembiayaan untuk menciptakan ekosistem yang memberikan kepastian serta mengurangi risiko investasi.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengatakan investor membutuhkan kepastian kebijakan, risiko yang dapat dikelola, proyek yang layak dibiayai, serta tingkat pengembalian yang memadai dalam jangka panjang.

Menurutnya, tantangan utama Indonesia saat ini bukan lagi membuktikan besarnya potensi energi surya, melainkan mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang menarik bagi investor dan lembaga pembiayaan.

Greenvolt Power Indonesia menyatakan perusahaan telah beroperasi di Indonesia selama lima tahun dan bermitra dengan pelaku usaha di sektor perhotelan, manufaktur, hingga ritel untuk mendukung transisi menuju energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dan target keberlanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf