
Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor bongkar muat pelabuhan mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja yang dihadapi para pekerja.
Perlindungan Pekerja Harus Menjadi Prioritas
Afriansyah mengingatkan perlindungan terhadap pekerja tidak boleh diabaikan dalam aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
Ia mengungkapkan, “Perlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.”
Selain penguatan K3, Afriansyah juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan layanan pelabuhan untuk menciptakan tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan berkeadilan.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran sistem digital oleh Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan.
Ia mengatakan, “Sistem digital di Inkop TKBM membuat semua proses kerja, seperti data pekerja dan keuangan, menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh anggota serta pengurus.”
Digitalisasi Dukung Modernisasi Pelabuhan
Afriansyah menilai transformasi digital memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 86 ribu pekerja yang tergabung dalam 120 koperasi primer TKBM di seluruh Indonesia.
Ia mengungkapkan, “Digitalisasi ini memastikan penyaluran tenaga kerja berjalan secara adil dan merata, sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online.”
Menurut Afriansyah, inovasi tersebut menjadi kebutuhan di tengah modernisasi pelabuhan yang mulai memanfaatkan teknologi seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC).
Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan HM Nasir menyatakan program digitalisasi akan diterapkan secara bertahap di seluruh jaringan koperasi TKBM di Indonesia dalam satu tahun ke depan.
Ia mengatakan, “Kami terus mendorong transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, pengawasan, serta pengembangan usaha yang produktif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





