
Pantau - PT PAL Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan teknologi hidrodinamika melalui kolaborasi riset guna meningkatkan kapabilitas industri perkapalan nasional dan mendukung kemandirian teknologi Indonesia.
Kolaborasi Diawali dengan Penandatanganan NDA
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) yang menjadi dasar pertukaran informasi, pembahasan teknis, serta penjajakan berbagai program penelitian dan pengembangan yang membutuhkan perlindungan informasi strategis.
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba mengatakan, "Penguasaan teknologi merupakan kunci untuk memperkuat daya saing industri maritim nasional."
Briljan menjelaskan penguasaan teknologi hidrodinamika memiliki peran penting dalam meningkatkan performa, efisiensi, dan keandalan platform maritim, termasuk teknologi pemanfaatan bawah air.
Ia mengungkapkan, "Oleh sebab itu, kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis untuk memperkuat penguasaan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang meningkatkan daya saing industri nasional."
BRIN Dukung Penguatan Riset untuk Industri Strategis
PT PAL menilai kolaborasi bersama BRIN mencerminkan implementasi Triple Helix yang berorientasi pada penciptaan inovasi berkelanjutan, peningkatan daya saing industri, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.
Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Dadan Moh Nurjaman menyatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional bagi kebutuhan industri strategis.
Dadan mengatakan, "Sinergi dengan PT PAL diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing dan mendukung kemandirian bangsa.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





