
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan varietas cabai rawit hibrida CR 58 yang memiliki produktivitas tinggi serta ketahanan lebih baik terhadap hama dan penyakit, meski saat ini masih dalam tahap pengujian lanjutan dan proses sertifikasi sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Peneliti Pusat Riset Hortikultura BRIN Rinda Kirana mengatakan pengembangan CR 58 masih harus memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengungkapkan, "Pemuliaan tanaman dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk mengelola sifat-sifat tanaman, sehingga menghasilkan karakteristik yang lebih ideal atau sesuai dengan kebutuhan manusia."
Pengembangan Dimulai Sejak 2014
Rinda menjelaskan pengembangan cabai rawit CR 58 diawali dengan pembentukan galur murni selama periode 2014 hingga 2019.
Dari proses tersebut diperoleh dua galur terseleksi, yaitu galur 55 dan galur 56, yang kemudian disilangkan melalui persilangan tunggal dengan galur 56 sebagai tetua betina dan galur 55 sebagai tetua jantan.
Hasil persilangan selanjutnya menjalani uji daya hasil pendahuluan pada 2022 hingga 2023 untuk mengukur produktivitas sebagai salah satu karakter utama varietas unggul.
Ia mengatakan, "Pada 2024, tim peneliti menyusun deskripsi varietas sebagai dasar untuk memperoleh Sertifikat Tanda Daftar Hasil Pemuliaan Tanaman. Hingga kini, pengujian masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai karakter unggul yang dimiliki CR 58."
Masih Menunggu Sertifikasi untuk Peredaran Benih
Rinda menjelaskan pengembangan varietas cabai rawit juga harus memenuhi ketentuan regulasi perbenihan yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Ia mengungkapkan, "PPVTPP memfasilitasi Sertifikat Tanda Daftar Hasil Pemuliaan Tanaman dan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman, sedangkan Direktorat Jenderal Hortikultura memfasilitasi Sertifikat Pendaftaran Varietas untuk Peredaran Benih. Saat ini cabai rawit CR 58 baru memperoleh satu dari tiga sertifikat yang dipersyaratkan di Kementerian Pertanian."
Tim peneliti masih melaksanakan uji keunggulan, uji kebenaran, identifikasi karakter penciri varietas, serta uji hibriditas untuk memastikan kemurnian hasil persilangan.
BRIN berharap cabai rawit CR 58 dapat dimanfaatkan sebagai varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





