HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Sebut Harga Telur Ayam Mulai Pulih Seiring Meningkatnya Permintaan Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bapanas Sebut Harga Telur Ayam Mulai Pulih Seiring Meningkatnya Permintaan Pasar
Foto: (Sumber :Pedagang menata telur ayam ras di Pasar Basah Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (7/7/2026). ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom..)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga telur ayam ras mulai berangsur pulih setelah sempat anjlok akibat melemahnya permintaan dalam beberapa pekan terakhir.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemulihan harga dipicu oleh meningkatnya penyerapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berakhirnya bulan Suro, serta dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar.

“(Harga) telur naik alhamdulillah, karena kan kemarin telur itu harganya di kandang saja sampai Rp15.000,” ungkap Ketut saat mengunjungi Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin.

“Nah ini sudah tepat sekali dengan mulainya SPPG, bulan Suro sudah kita lewati, anak-anak sekolah sudah mulai masuk dan harga linier mulai naik,” ujarnya.

Ketut menyebut harga telur di tingkat peternak kini berada pada kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram, meski masih di bawah harga ideal yang diperkirakan berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga rata-rata telur ayam ras di tingkat produsen pada 20 Juli 2026 tercatat sebesar Rp25.750 per kilogram.

Ketut menegaskan pemerintah akan menjaga keseimbangan harga agar tetap menguntungkan peternak tanpa membebani masyarakat.

“Jangan sampai peternak kita, petani kita, harganya terlalu jatuh sekali. Nanti mereka tidak mau berproduksi, masa kita impor lagi,” katanya.

Ia mengakui kenaikan harga telur berpotensi memicu inflasi pangan, namun kondisi tersebut masih dinilai wajar selama harga berada di sekitar harga acuan.

“Pemerintah menjaga ritmenya. Jangan terlalu tinggi, jangan terlalu rendah. Pada saat rendah intervensi, pada saat tinggi intervensi. Selama masih di harga acuan berarti masih bagus,” ungkapnya.

Data PIHPS Nasional menunjukkan harga rata-rata telur ayam ras di pasar tradisional naik dari Rp29.000 per kilogram pada 14 Juli 2026 menjadi Rp31.300 per kilogram pada 20 Juli 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf