HOME  ⁄  Ekonomi

Industri Pusat Data di Batam Tumbuh 22 Persen, Airlangga Sebut Kawasan Ini Kian Kokoh sebagai Gerbang Digital Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Industri Pusat Data di Batam Tumbuh 22 Persen, Airlangga Sebut Kawasan Ini Kian Kokoh sebagai Gerbang Digital Indonesia
Foto: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberi sambutan pada landing ceremony Nongsa Changi Cable (NCC) Batam-Singapura di Batam, Kepri, Senin 20/7/2026 (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri pusat data (data center) di Batam, Kepulauan Riau, tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai sekitar 19 persen per tahun.

Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut di Batam, Senin, usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC).

Ia mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan Batam semakin berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi berskala internasional.

Airlangga mengungkapkan, "Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen."

Batam Kian Menarik Investasi Digital

Nongsa Changi Cable merupakan kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital antara kedua negara.

Airlangga mengatakan Batam kini berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia.

Menurutnya, perkembangan tersebut didukung oleh keberadaan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi pusat data.

Airlangga mengungkapkan, "Fasilitas BW Digital di NDP misalnya, memiliki kapasitas hingga 120 megawatt (MW). Ada juga perusahaan asal Singapura, DayOne, yang tengah mengembangkan pusat data hyperscale (skala besar) berkapasitas 450 MW."

Fasilitas BW Digital di Nongsa Digital Park memiliki kapasitas hingga 120 megawatt.

Perusahaan asal Singapura, DayOne, saat ini sedang mengembangkan pusat data hyperscale di Nongsa Digital Park dengan kapasitas 450 megawatt.

Airlangga juga mengatakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di kawasan Nongsa Digital Park.

Ia mengungkapkan, "Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional."

Transformasi Digital dan Dukungan Infrastruktur

Airlangga menyebut perkembangan Batam sejalan dengan transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Transformasi digital tersebut didorong melalui pembangunan infrastruktur digital dan infrastruktur fisik.

Airlangga menjelaskan dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Menurutnya, era AI membutuhkan konektivitas digital berkecepatan tinggi dan kapasitas pusat data yang besar.

Airlangga mengatakan, "Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Karena itu transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai."

Ia menambahkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital.

Jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 235,26 juta orang.

Jumlah pelanggan broadband di Indonesia mencapai sekitar 99,5 juta.

Airlangga mengungkapkan, "Indonesia juga menjadi pasar potensial kecerdasan buatan terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang."

Pasokan Energi Diperkuat untuk Industri Digital

Airlangga mengatakan pemerintah terus memperkuat pasokan energi untuk mendukung pertumbuhan industri digital.

Penguatan pasokan energi dilakukan melalui pengembangan bauran energi.

Ia mengatakan, "Infrastruktur digital membutuhkan energi dan listrik andal. Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam."

Contoh pengembangan bauran energi yang disampaikan meliputi energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam.

Airlangga menambahkan pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.

Penambahan kapasitas pembangkit listrik tersebut menjadi bagian dari agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.

Penulis :
Arian Mesa