
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan bersama PT Sang Hyang Seri (SHS) Regional Kalimantan melaksanakan monitoring penyaluran bantuan benih padi di Kalimantan Selatan untuk memastikan bantuan diterima petani secara tepat sasaran sesuai jumlah, kualitas, dan pemanfaatannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRMP Kalimantan Selatan Dr. Wahida Annisa Yusuf mengatakan, "Kami mengecek bantuan benih yang disalurkan kepada petani di Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala telah sesuai dengan usulan, baik dari segi jumlah, kualitas, maupun pemanfaatannya di lapangan."
Monitoring Penyaluran Benih
Tim BRMP melakukan pengecekan langsung terhadap benih yang telah diterima kelompok tani dan Brigade Pangan di Desa Sampurna, Desa Jejangkit Pasar, Desa Jejangkit Muara, Desa Jejangkit Timur, Desa Jejangkit Barat, dan Desa Cahaya Baru.
Hasil monitoring menunjukkan benih yang disalurkan merupakan benih padi varietas Inpari 32 berlabel dengan mutu yang terjamin sebagai benih bersertifikat.
Wahida mengungkapkan, "Kami mengecek bantuan benih yang disalurkan kepada petani di Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala telah sesuai dengan usulan, baik dari segi jumlah, kualitas, maupun pemanfaatannya di lapangan."
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan seluruh benih bantuan telah tersalurkan sesuai alokasi, berlabel, bermutu, serta dimanfaatkan oleh petani untuk kegiatan budidaya.
Tim juga memastikan kesesuaian jumlah benih dengan usulan petani melalui pemeriksaan kondisi fisik kemasan, label benih, dan kelengkapan administrasi penyaluran.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjamin benih bantuan pemerintah diterima petani sesuai standar mutu dan siap digunakan guna mendukung keberhasilan pertanaman.
Kerja Sama Penyediaan Benih Unggul
Kementan menjalin kerja sama dengan PT Sang Hyang Seri Regional Kalimantan untuk meningkatkan ketersediaan benih unggul terstandar bagi petani di Kalimantan Selatan.
Melalui kerja sama tersebut, Kementan dan PT SHS akan memproduksi benih secara in situ selama satu tahun ke depan.
Program tersebut diharapkan memperluas akses petani terhadap benih unggul terstandar sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing sektor pertanian di Kalimantan Selatan.
Data terbaru Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura menunjukkan kebutuhan benih produksi padi di Kalimantan Selatan saat ini dipasok oleh 249 penangkar benih atau kelompok tani yang melakukan perbanyakan benih bersertifikat unggul.
Mayoritas penangkar benih tersebut berada di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
- Penulis :
- Shila Glorya





